Rekomendasi Aktivitas Untuk Wisata Seru di Prancis Bagian 1

Rekomendasi Aktivitas Untuk Wisata Seru di Prancis Bagian 1Rekomendasi Aktivitas Untuk Wisata Seru di Prancis Bagian 1

Rekomendasi Aktivitas Untuk Wisata Seru di Prancis Bagian 1 – Saat merencanakan perjalanan ke Prancis, para pelancong memimpikan Menara Eiffel, jalan raya Paris yang elegan, Riviera Prancis yang cerah, dan desa-desa pedesaan yang menawan. Namun seringkali momen liburan yang paling berkesan terjadi adalah hal-hal yang Anda lakukan saat mengikuti kegiatan lokal, bukan sekadar jalan-jalan. Pengalaman khusus dan petualangan kecil ini lebih dari sekadar mengunjungi monumen atau museum, mereka menangkap semangat tempat itu.

1. Saksikan Matahari Terbenam dari Menara Eiffel

Salah satu hal paling mempesona yang dapat dilakukan di Prancis adalah mengunjungi Menara Eiffel di sore hari, saat pencahayaan lembut memiliki efek halus. Saat mendaki Menara Eiffel di sore hari hingga senja, pengunjung akan melihat kilau keemasan di cakrawala berubah menjadi warna kuning. Dari setiap tingkat menara, panorama menjadi lebih spektakuler saat matahari terbenam, dengan monumen kota yang diterangi dan Sungai Seine yang memantulkan warna matahari terbenam yang menakjubkan. Bonus lainnya, setiap malam Menara Eiffel dihiasi dengan gemerlap lampu yang berkilauan selama lima menit setiap jam. joker123

Untuk pengalaman yang benar-benar tak terlupakan, wisatawan dapat menyaksikan matahari terbenam sambil bersantap di salah satu restoran Menara Eiffel: bistro 58 Tour Eiffel kasual di lantai pertama atau restoran gastronomi Le Jules Verne berbintang Michelin di lantai dua. Pemandangan menakjubkan tersedia dari ruang makan kedua restoran.

2. Ikuti Seine River Cruise

Menjelajah Sungai Seine adalah cara yang menyenangkan untuk melihat semua pemandangan terbaik Paris sambil menikmati pengalaman santai. Compagnie des Bateaux-Mouches menawarkan wisata perahu yang indah, berlayar melewati Place de la Concorde, Louvre, Musée D’Orsay, Katedral Notre-Dame, dan landmark lainnya di sepanjang jalan. Wisatawan dapat memilih dari berbagai tur perahu Bateaux-Mouches, termasuk tur perahu siang hari, makan siang atau makan siang, dan kapal pesiar makan malam romantis. Pada malam hari, monumen di sepanjang Seine diterangi cahaya, menciptakan kesan yang benar-benar menawan. Kios Bateaux-Mouches terletak di Pont de l’Alma dekat Menara Eiffel.

3. Jalan-jalan di Perempatan Tua Paris yang Menawan

Quartier Latin, Île Saint-Louis, dan Le Marais adalah lingkungan yang menawan, di mana pengunjung dapat menikmati suasana abad pertengahan Paris. Tempat terbaik untuk mulai menjelajah adalah di Tepi Kiri di Latin Quarter, kawasan universitas kota sejak Abad Pertengahan. Setelah menjelajahi butik eklektik dan toko buku di Latin Quarter, wisatawan dapat menyeberangi Sungai Seine di jembatan Petit Pont dan menuju ke Île de la Cité untuk mengunjungi Katedral Notre-Dame, lalu menyeberangi Pont Saint-Louis untuk mencapai Île Saint-Louis.

Wisatawan dapat menikmati pesona dunia lama sambil berjalan-jalan di jalan pejalan kaki yang tenang di Île Saint-Louis dan menjelajahi butik-butik yang menarik di Rue Saint-Louis en l’Île. Layak juga untuk mampir di Eglise Saint-Louis en l’Île, sebuah gereja Barok cantik yang didedikasikan untuk Saint Louis (Raja Louis IX), dan kemudian menghargai usaha tersebut dengan suguhan dari toko es krim Berthillon Glacier di dekatnya.

Tur mandiri dilanjutkan dengan berjalan kaki melintasi Seine ke Le Marais, sebuah distrik bersejarah yang dipenuhi dengan istana dan rumah mewah tua. Pengunjung harus berjalan-jalan di sekitar Place de Vosges, alun-alun anggun dengan deretan tempat tinggal aristokrat Renaisans, dan kemudian berjalan-jalan di sepanjang Rue des Francs Bourgeois, jalan sempit dengan banyak toko modis.

4. Berziarah ke Mont Saint-Michel

Melonjak di atas tempat bertenggernya di sebuah pulau berbatu di lepas pantai Normandia, Abbaye du Mont-Saint-Michel tampak seperti sebuah penglihatan dari surga. “Piramida Laut” yang luar biasa ini telah menjadi mercusuar bagi orang-orang Kristen yang taat sejak Abad Pertengahan, ketika gereja biara menjadi perhentian dalam perjalanan ziarah “Jalan Santo James” ke Santiago de Compostela di Spanyol. Sejak abad ke-11, para peziarah telah berjalan melintasi garis pantai berpasir Teluk Saint-Michel saat air surut untuk tiba di Mont-Saint-Michel. Pengunjung zaman modern dapat mengikuti jejak para peziarah abad pertengahan untuk mendapatkan pengalaman spiritual yang bermakna.

Rute ziarah “Chemins du Mont-Saint-Michel” (“Paths of Mont-Saint-Michel”) mengarah ke Mont-Saint-Michel dari berbagai titik awal seperti Paris, Rouen, dan Tours (dan berlanjut ke Santiago de Compostela). Peziarah berjalan di rute tersebut dengan berjalan kaki, sama seperti perjalanan yang telah ditempuh selama berabad-abad. Saat tiba di biara, para peziarah dihadiahi suasana yang menakjubkan dari kapel abad ke-11 hingga ke-13. Fraternités Monastiques de Jérusalem (Komunitas Monastik Yerusalem) menyanyikan lagu-lagu religi tiga kali sehari di gereja biara, terutama yang terkenal karena melodi polifonik yang harmonis.