Monumen Terindah di Pemakaman Perè Lachaise

Monumen Terindah di Pemakaman Perè Lachaise

Monumen Terindah di Pemakaman Perè Lachaise

Monumen Terindah di Pemakaman Perè Lachaise – Sebagai tempat peristirahatan yang terkenal dari banyak seniman, penulis, veteran perang, dan ilmuwan, pemakaman Père Lachaise menarik lebih dari 3,5 juta pengunjung setiap tahun. Tempat mengharukan ini bukanlah kuburan biasa, dan monumennya yang luar biasa menceritakan kisah menarik tentang almarhum. Ikuti tur Perjalanan Budaya ke monumen terindah di Père Lachaise.

Makam Oscar Wilde

“Ciuman bisa menghancurkan kehidupan manusia”, tulis Oscar Wilde, penyair dan penulis drama Irlandia. Makam Oscar Wilde adalah salah satu yang terindah di seluruh pemakaman Père Lachaise, dan ditutupi dengan ciuman lipstik yang menunjukkan cinta dan kekaguman yang dirasakan penggemarnya terhadap jenius sastra ini. Sebuah penghalang kaca didirikan pada tahun 2011 untuk membuat monumen tersebut ‘anti ciuman’ untuk menyelamatkannya dari kerusakan lebih lanjut, tetapi desain sphinx yang bagus tetap sangat terlihat. Patung ini dibuat oleh Jacob Epstein dan membutuhkan waktu sekitar sepuluh bulan untuk menyelesaikannya. http://idnplay.sg-host.com/

The chapel of Heloise and Abelard

Kapel kuburan ini menceritakan kisah cinta sedih dari pasangan abad pertengahan Heloise dan Abelard. Abelard pertama kali bertemu Heloise, seorang wanita muda yang mulia, ketika dia dipekerjakan untuk menjadi gurunya. Mereka menikah secara rahasia, tetapi tragedi terjadi ketika pernikahan mereka ditemukan oleh paman pengantin wanita dan Heloise dikirim ke sebuah biara, sementara Abelard menjadi seorang biarawan. Mereka menjalani sisa hidup mereka terpisah, tetapi dipersatukan kembali ketika tubuh mereka dibawa bersama ke Père Lachaise. Makam mereka dipandang sebagai simbol cinta abadi dan telah menjadi semacam kuil, penuh dengan surat cinta yang ditulis oleh pengunjung modern.

Makam Jim Morrison

Salah satu makam yang paling banyak dikunjungi di pemakaman itu adalah makam kekasih Jim Morrison, salah satu pendiri The Doors. Desain makamnya sederhana dan bersahaja, tetapi memiliki pengaruh emosional yang kuat. Menjadi salah satu bintang rock paling terkenal di industri musik berarti bahwa kuburannya dipenuhi dengan bunga dan pesan kekaguman yang tulus.

Monuments to the Holocaust’s victims

Kekuatan monumen ini, untuk memperingati orang-orang Yahudi yang menderita dan meninggal dalam Holocaust, terletak pada kesederhanaannya yang indah. Beberapa abstrak dan minimal, tetapi kebanyakan dari mereka menggambarkan sosok kerangka yang tidak dapat dikenali yang sedang berbaring atau melakukan pekerjaan fisik. Di antara jejak kaki seukuran orang dewasa ada yang lebih kecil yang menandakan korban Holocaust yang lebih muda.

Makam Victor Noir

Makam Victor Noir layak dikunjungi untuk mempelajari tentang tragedi salah satu jurnalis Prancis paling menjanjikan di abad ke-19. Dia meninggal pada usia 22 tahun, hanya beberapa hari sebelum pernikahannya. Dia dibunuh oleh kerajaan Pierre Napoléon Bonaparte, yang tidak pernah dituntut atas kematiannya. Apa yang membuat monumen ini begitu indah adalah detail artistik yang bagus pada celana dan kemeja yang tidak dikancingkan, luka peluru dan topinya yang terlepas dari tangan kanannya.

Makam Georges Rodenbach

Rodenbach adalah seorang penulis Simbolis Belgia yang menulis sastra pada abad ke-19. Cerita dan puisinya yang menyentuh hati mencerminkan jiwanya yang indah dan romantis. Dia paling terkenal karena penggambaran emosional Bruges, kota yang ditampilkan dalam novel pendek terkenal Bruges-la-Morte (1892). Kisah cinta menceritakan kisah seorang pria yang kehilangan istrinya di kota yang tenang ini dan menggambarkan Brugge yang sangat romantis.

The Louis-Auguste Blanqui statue

Patung rumit yang menandai makam Louis-Auguste Blanqui diciptakan oleh pematung Prancis Jules Dalou. Simbol penderitaan Kristus di kayu salib, patung perunggu itu menggambarkan sosok seperti mayat kerangka yang ditutupi tirai polos. Blanqui adalah seorang sosialis yang tinggal di Prancis pada abad ke-19, yang aktivitas politiknya menyebabkan dia dipenjara selama sebagian besar masa dewasanya. Patungnya adalah komisi yang dibayar oleh publik.

Makam Édith Piaf

Perjalanan ke pemakaman Père Lachaise tidak akan lengkap tanpa mengagumi makam pendeta nasional Prancis, Édith Piaf. Dalam lagu cintanya yang paling terkenal, ‘La Vie en Rose’, dia menulis, “Denganmu, aku melihat dunia melalui kacamata berwarna mawar”. Makam itu sederhana, tetapi menghangatkan hati melihat bagaimana, setelah kehidupan yang sulit dan kontroversial, Édith Piaf mengambil tempat peristirahatan terakhirnya di samping suami keduanya Théo Sarapo, ayahnya Louis-Alphone Gassion dan putrinya Marcelle Dupont.

Monument aux Morts

Monumen Terindah di Pemakaman Perè Lachaise

Didesain oleh Paul-Albert Bartholomé pada abad ke-19, Monument aux Morts adalah tugu peringatan bagi orang Paris yang meninggal dan tidak dikenal. Monumen besar seperti kuil ini dapat dilihat sebagai tempat berlindung bagi orang mati tak dikenal yang tidak memiliki kuburan sendiri. Di belakang monumen yang menakjubkan itu terdapat osuarium komunal, yang membuat sisa-sisa orang-orang ini tetap utuh. Terletak di bagian bawah adalah sosok wanita yang melindungi pasangan dan anak mereka, yang semuanya sedang istirahat. Tulisan Perancis di bawah lengan kirinya berarti, “Bagi mereka yang hidup dalam bayang-bayang kegelapan, cahaya bersinar”.